Uncategorized

Selamat Petang

Senja larik menukas kisruh karuan
Aku hening tertindas masalah jemu-jemu layu
Di dalam kamar, di bawah tempurung hujan lambai
Aku rapuh gentar menghela nafas parau

Gitar kudekap
Dawainya kugerai agar terdengar semampai
Aku lagi-lagi dibuat menjalar di atas tikar yang setiap helainya lembut terlerai

Ini jiwa, ini sampah
Manakah yang benar?
Manakah yang palsu?
Surga hanya terbuat dari serpihan kebaikan
Dan neraka terjerembab menyibak halai-balai para pendosa

Bestarilah seperti bunga yang mekar
Di garis yang kuketahui hanya sebuah makar
Karena penindasan
Tak berujung sumbang, berkayuh parang
Hari ini, kuucap, “Selamat petang.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s