Uncategorized

Aku Bukan Siapa-siapa

Aku bukan siapa-siapa bagimu
Memang bukan siapa-siapa
Enggan berkata, namun ini adalah sebuah elegi kesedihan
Haruskah aku berpura-pura tak melihat, sedang kau persis menghujaniku dengan kerinduan
Badan kita yang dipisahkan oleh doa demi doa
Untuk kesekian kali wajah kita dihadapkan menuju negeri antah berantah
Bersumpah serapah
Menelaah keangkuhan dalam mengakui denyar-denyar amarah yang membuncah
Pembuluh egoku pecah
Mencecap ubun-ubun hingga jentikku
Dan dipersembahkan demi kedamaian langkah kita masing-masing

Aku bukan siapa-siapa bagimu
Masih bukan siapa-siapa
Mungkin kelak kita akan menganggap kalau ini adalah persetubuhan emosi
Sampai watak kita melunak menggayut lincah dalam mimpi-mimpi kita yang bersebelahan
Sampai syair yang kita embus terserap sebagai kenangan yang melukai hati
Sebab masa depan t’lah menertawai masa lalu dari kejauhan
Aku malu, sangat malu
Sebab aku bukan siapa-siapa di kehidupanmu

Lalu saat itu aku memadamkan percakapan kita
Sejenak, namun pasti
Membayar hutang rasa yg kita tebar tanpa makna
Entah cinta, atau kebodohan
Menjadi serba biasa
Dan kita melanggar untuk tidak bertatapan rasa
Juga perbarui seluruh prasangka
Apakah mesti kuceraikan kecemasan dan air mata ini?
Padahal aku tak pernah menolak jika ruhmu adalah takdir bagi perjalananku yang berjarak
Biarlah aku menjadi bukan siapa-siapa bagimu
Tetaplah begitu…
Bukan siapa-siapa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s