Puisi, Puisi dan Sajak

Avontur Rasa di Balik Kepalamu

Kerlingan matamu menyuguhkan rasa yang amat terhormat
Sedangkan aromamu memeluk hingga ke spina servikalku
Maklumatku yang cukup berharga atas dasar kucintai jiwamu
Ini bukan persoalan duri di dalam daging yang lugu
Yang mengungkap tabiat lamat-lamat
O, sungguh aromamu melekat dan melebur dalam sumsum tulang belakangku
Macam mana aku hendak meneduhkan ruh perasaanku yang hebat?

Meski 1000 tahun lagi kita hidup, sampai gigiku ompong
bahkan keutuhan rasaku padamu tak berubah wujud jua
Bahkan saat para biarawati memangku rasa malu pada tengkukku yang mengilap
Sekelebat bayanganmu menggelinjang dalam tempurung kepalaku menyilap
Menghantui seluruh persepsi yang melanda dalam nafsu berahi berdua
Yang hanya berujung keramat khayali; kosong melompong

Terkesiap dalam wujud arkais
Menyelinap dan menelaah lobus frontalku sampai habis
Terlalu lama kupendam cincin kebahagiaan yang kupatri berma mengais
Terlalu lama kukubur prisma asmara ini dan kubawa lari hingga hampir apatis
Terlalu lama kuhirup udara gersang kemarau bersenda gurau menangis

Maka, kelak aku akan mati membawa sisa rasa dan karsa ‘tuk memilikimu
Maka, ketika air mukaku dihadapkan dengan anak cucumu, tampaklah perih
Pernahkah kau mau membalikkan kepala ‘tuk menengok rasaku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s