Puisi, Puisi dan Sajak

Puisi Gila

Ronamu terkadang membutakan urat pada mataku
Sehingga aku tak payah melihat jelas dalam pandangmu
Karena sudah tentu kamu enyak dalam benak dan sukmaku
Sebagai manusia yang suci mencintai tanpa menipu

Sampai dada kita layu dan berhenti berkatup-katup
Seakan-akan membersamai lepasnya isyarat hati yang lincah meletup
Kamu selalu menyengajakan diri agar terjatuh dan menelungkup
Di pelukanku, dengan baumu yang nyaman kuhirup

Sesekali kakiku melangkah memburai lengangnya kota
Menuju titian awan di atas mata
Yang kemarin sore kita berdua lesapi sampai meronta
Di situ kutumpahi wajahmu dengan tetesan kenikmatan permata
Sampai akhirnya kamu selalu meminta

Bukan hanya kucintai ragamu
Tapi juga seluruh persendian jiwamu
Yang melepas dahaga ketika aku merasa binal di kala malam menjamu
Aku ‘kan merayumu
Hingga pagi, ‘kan kulihat wajah kita tetap bersemu

Ini tentang kegilaanku yang mencintaimu
Ini tentang syahwatku yang menelanjangi badanmu

Aku menikmati suasana ini
Meskipun sampai mati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s