Uncategorized

Berimajinasi dengan Diksi dalam Puisi

Oleh : Da’iyatul Huda

Kebanyakan orang suka dengan puisi yang bernada romantic, namun tidak dengan membuat puisinya. Mereka lebih sering meng-copy karya orang lain dibanding dengan membuat karya sendiri. Dalam hal puisi, mereka sering kesulitan dalam membuat diksinya sehingga mereka putus ditengah jalan, padahal tinggal beberapa langkah lagi.

Puisi itu indah. Karena dia mewakili rasa yang tersemai dalam dada. Kebanyakan orang yang menulis puisi ialah mereka yang sedang benar-benar mengalami masa dimana mereka bahagia, terluka, sedih, dsb. Karena itu mereka akan mudah mengungkapkannya dalam bentuk puisi.

Sebelumnya, puisi itu apa sih? Banyak para sastrawan yang mendefinisikan arti dari puisi itu sendiri. Menurut H.B. Jassin, puisi adalah sebuah pengucapan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung sebuah fikiran-fikiran dan tanggapan-tanggapan. Sedangkan menurut Sastra Sudjiman, puisi adalah sebuah ragam sastra yang bahasanya terikatoleh sebuah irama, matra, rima, serta sesuatu penyusunan larik dan bait.

Sebenarnya membuat puisi itu mudah. Yang susahnya adalah kitanya aja yang tidak mau mencoba. Mencoba, mencoba, dan mencoba insya Allah bisa. Menulis, menulis, dan menulis insya Allah jadi penulis paling puitis.

So, bagaimana sih caranya membuat puisi dengan diksi yang tepat dan indah? Okay, di sini saya akan memaparkan cara-cara bagaimana membuat puisi dengan diksi yang tepat dan indah. Di antara cara-caranya adalah sebagai berikut.

Sebelum membuat puisi, carilah ide yang pas dengan keinginan hati, Supaya tidak mogok di tengah jalan saat pembuatan puisinya.
Usahakan pengusaan kosakata bahasa Indonesiamu sudah luas, supaya mudah dalam merangkai kata-katanya. Bagaimana jika masih kurang penguasaan kosa katanya? Gampang! Caranya?

Pertama, kita ambil beberapa kata dasar, yaitu:
Bentur, Hilang, Patah.
Jumlah kata dasar minimal 3, boleh 4, 5 dan sebanyak-banyaknya.

Kedua, dari ketiga kata dasar ini kita kembangkan menjadi:
Bentur (Perbenturan; Membentur; Kebentur; Membenturkan; Berbentur).
Hilang (Kehilangan; Menghilangkan; Dihilangkan).
Patah (Mematahkan; Dipatahkan). Dari yang awalnya hanya memiliki 3 kata, sekarang memiliki 13 kosakata.

Ketiga, ambil kata sesuka kamu untuk dimasukkan ke dalam bait puisi, contoh:

Ketika malam t’lah menemukan perbenturan wajah dan maklumatku sendiri
Sedangkan badan kehilangan ruhnya
Sampai tulang rawannya patah
Dipatahkan oleh kemaluannya sendiri
Hingga beribu urat terputus
Hilang dari pusaranya
(by: Kanana Ibra)

Untuk membuat diksi gabungkan dua atau tiga kata dengan kata kerja/kata sifat. Contoh: mengutuk rindu; mengutuk kerinduan.
Sebelum karyanya dikirim ke media, harap cek dulu kata per kata dengan menggunakan KBBI supaya tidak ada kata yang salah maknanya.

Mudah kan caranya? Tinggal kita mempraktikkannya aja. Sesuatu yang dilakukan karena kebiasaan, maka kita akan terbiasa dengan hal itu. Jadi, biasakanlah kita untuk menulis, karena suatu hari kita akan terbiasa untuk menulis dan menjadi salah satu kebiasaan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s