Puisi, Puisi dan Sajak

Dua Bait dari Hati

Roda kehidupan memang tak pernah berhenti berputar
Sepatutnya masa lalu kelam kita kubur di bawah semak belukar
Di sana, di pelupuk matamu terlihat balai pancapersada tertutup besuta yang berpinar
Kupertajam medan penglihatan yang hendak berpendar
Doa-doa yang terayun lembut mengusap pelipis dan sukma hingga bergetar
Akankah nadi-nadi kita berupaya merekatkan pesona yang semakin melebar?

Di malam itu, kita menutup mata di bawah bintang yang terjatuh di ujung negeri sana
Gelagat tulang yang gemeretak kedinginan, hipotermia seperti di kutub utara
Merindukan pori-pori yang melekat-menyatu dalam pelukan beraroma
Mempergundah bulu kuduk yang semakin menegang rindu ‘tuk berdua
Namun, suatu saat kita enyak menabur kepuasan atas sukaduka
Sampai akhirnya kita melupakan usaha memaafkan kekhilafan diri yang menua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s