Uncategorized

Aku Bukanlah Ilusi

Di bawah pohon yang hampir tua,
kaki-kaki kita saling mengetuki rumput yang basah dan beraroma embun
Mata kita ditetesi air yang menggelinding jatuh dari dedaunan di atas kepala
Telapak tangan yang kasar mulai menyapu sebagian wajahku yang bersemu
Menutupi sebagian rasa malu dan menyeruput hening di bibir
Aku tak bisa menahan ayunan irama dari detak jantung yang semakin kencang
Aku dirundung kesepian atas kepergian Aku-ku yang rupawan

Berhetilah…
Berhentilah menebak-nebak
Aku bukan lagi berwajah ilusi
Namun, entah nyawamu selalu menafikkan kenyataanku
Sampai fisikku semakin kusam tersapu waktu
Dan bau rambutku yang khas atas sengatan matahari yang tak bertanggung jawab
Kuku-kuku meleleh hingga menjelma menjadi stupa yang terinjak kaki-kaki kita yang bersebelahan
Sungguh, aku bukan ironi dari hutan belantara
Yang menyambangi logika dan mengaduk-aduk kuasa Tuhan

Mestinya kau tahu kalau aku bukanlah ilusi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s