Puisi dan Sajak, Sajak

Berparadoks

Kita berparadoks di hadapan Tuhan
Bersilat doa dalam sembahyang
Mengingat masa-masa binal berkelindan menyeruak selongsong badan
Seperti suara sendok-garpu yang berdentingan pada makan malam kemarin
Ya, mengingatkan masa-masa binal
Dan cahaya langit mengisyarat isi bathin
Seakan-akan berkata paradoks—
Di satu sisi, ucapan seolah melingkungi perbatasan antara kebaikan dan kejahatan;
di sisi lain, senyuman keresahan tersungging berdekat pada alam kebodohan pikiran

Kita terserat dalam bijana; terkurung dalam fatamorgana
Berselir mendambakan arwah keniscayaan elok buana
Hampir-hampir jantung kita berdebam sirna
Berbalut kain sutra dari urat-urat ketulusan memeluk hawa temaram berkelana
Lalu, masing-masing jiwa menipu dirinya dengan segala peraduan lisan
Lalu, masing-masing nafas membohongi lubang dalam paru-parunya, dan memberikan udara yang memengapkan
Kita mengakui—berparadoks di hadapan Tuhan

Cikarang,
30/05/2017

Advertisements
Puisi dan Sajak, Sajak

Nanar Omega di Puncak Jenggala

Desal bertaruk mematahkan senja
Memoar membelai kasta nurani yang bersahaja
Lesap birahi bermandikan manja
Kutengok kirana yang berpendar, lalu meredup hampa memuja

Mematung dalam nanar
Menyelir sisa kenangan yang terbakar dalam semak belukar
Omegaku berputar-putar

Ini bukan sekadar adverbia
Atau aku hanya menyesal dalam fobia
Di puncak jenggala, kukelir usia
Di puncak semesta, kucerai mulia
Bisikanku teramat frontal bagi isi kepala manusia
–sudah biasa

Nanar omega di puncak jenggala
Meluruh alam kubagi bianglala
Agar setiap titik kehidupan ‘kan bermula
Dan udara yang hambar, memecah belah situasi seperti sediakala

Meskipun uratku t’lah mengejang-membiru
Kusematkan sedikit lagi nanar dalam kelabu
Supaya ia tahu,
biarlah aku…
Ah, sudahlah! Ini semua ‘kan berlalu

Cikarang,
24/05

Puisi, Puisi dan Sajak

Semua Tak Pernah Berujung Jua

Mengejawantahkan rasa menjadi luar biasa
Dari setiap pertemuan yang berujung semu
Engkau bersanding melunak di samping pusara rasa
Aku berkesempatan memilikimu

Kini, aku tertawa terbahak-bahak
Mengumpat menyembilu di balik tambak
Sekuat tenaga kuberjalan di atas titian harap
Dengan dada terengap-engap
Meninggalkan cawan yang berisi api kepiluan dari hari-hari kemarin
Darahku mendidih memanas seperti seribu lilin

Semuanya tak pernah berujung jua
Bahkan ketika cahaya matari yang di ujung barat menyinari semua
Bahkan ketika anganku dan anganmu berdua
Tak pelak harapku menyua

Semuanya tak pernah berujung jua
Biarkanlah…
Diriku tersamar pukau menyembah
Dengan peluh terus bersimbah
Ah…
Semua tak pernah berujung jua

Puisi, Puisi dan Sajak

Masa dan Rasa

Minggu pagi berduka rasa
Siapa hendak mengusap hati
Kita tahu singkatnya masa
Perbaiki segala yang menyangkut diri

Siapa hendak mengusap hati
Berdekat jarak dalam angkasa
Kita memutuskan berlepas jari
Jangan sampai menjual asa

Berdekat jarak dalam angkasa
Meruntun ruh yang begitu naif
Hidup dalam masa dan rasa
Maka nikmatilah perhelatannya yang arif

Meruntun ruh yang begitu naif
Sedang raga tak kunjung ubah
Kalau dunia memberi asa
Biar kita bersua di Jannah

Uncategorized

Kontributor Terpilih untuk Antologi Cerpen “Sisi Lain”

Salam hangat dan cinta untuk para penulis hebat dan kreatif.

Terima kasih banyak atas kontribusinya di Lomba Menulis Cerpen “Sisi Lain” oleh Fiction Project Community. Dengan sangat menyesal, kami memberitahukan bahwa kami harus mengurangi jumlah naskah yang terpilih menjadi 45 naskah dari 149 naskah yang masuk. Tentunya ini menjadi keputusan yang sangat berat mengingat cerpen-cerpen yang masuk adalah cerpen yang bagus dan menarik ceritanya.

Namun, tentunya kami menilai tidak hanya dari segi isi ceritanya saja, tetapi juga apakah penulisan cerpennya sudah sesuai dengan format yang tertera pada info sebelumnya atau tidak.

Hari ini, kami ingin memberitahukan ke-45 nama penulis yang naskahnya terpilih, antara lain:

1. Afendra
2. Agistina Sekarini K
3. Alvi Lailatil Qodriatus Sholihah
4. Amir Mujahid
5. Ana Risma Nanda
6. Andini Pradya S
7. Anditia Nurul
8. Anjar Retno Rahayu Lestari
9. Aulia Khalil Hardiansyah
10. Azka Mahfudh
11. Bandi
12. Bella Havana Yushindiyanti
13. Dede Riyan Mulyana
14. Delfi Kiranti Atmasari
15. Dennisa Awwalia Harahap
16. Ditta Fania Budianti
17. Elok Rosikhotul Fawazah
18. Fajar Arief utomo
19. Febhy Syafri
20. Hartini
21. Hilda Fauzi
22. Ivan Agastya
23. Izzah Uswatun Nisa
24. Jeri Lorenza
25. Jyesta Rajnikanyaka
26. Legiyani Dewi
27. Luluk Eka Wardhanni
28. Melisa Tristie Angelina P
29. Merinda Lounita P
30. Moch. Muzayid Chasbullah
31. Muhammad Yusron
32. Nadia Ayunda Putri
33. Naufal Riyandi
34. Nyawiji Ayu Purwaningsih
35. Rahma Khoirunnisa El Fahmi
36. Safa Alya Nabila
37. Sandy Anggur Pertiwi
38. Shafa Nur Falikha
39. Siti Zulia Agustina
40. Sulistia Ningsih
41. Syaumi Khoirun Nisa
42. TM Farhan Algifari
43. Vinda Adya
44. Vinny Shoffa Salma
45. Yuli Yanti

Untuk ke-45 peserta di atas, diharap untuk mengkonfirmasi kontak PJ Event kami, yaitu Kanana Ibra, mengenai profil kalian sebagai penulis ke No. 089604352134 (Whatsapp).

45 naskah ini akan segera kami proses terlebih dahulu untuk dilakukan self editing, dan akan dibukukan bersama cerpen berjudul Sisi Lain karya Kanana Ibra.

Kepada penulis yang belum terpilih, jangan berkecil hati, siapa tahu nama kalian akan terpilih di event berikutnya. Tetap semangat menulis; semangat berkarya!

Fiction Project Community

NB: Seluruh peserta dapat E-Sertifikat yang akan kami infokan bersama pengumuman pemenang pada tanggal 17 Mei 2017, pukul 20.00 WIB.

Uncategorized

Memperluas Kosakata dalam Menulis

#tipsmenulis

STUCK MENULIS?! Sekarang enggak lagi.
Hal yang paling sering dijumpai oleh penulis adalah situasi ketika kehilangan ide dalam menulis. Terutama bagi penulis pemula, mungkin akan menjadi hal yang menakutkan apabila tulisannya menjadi gatot alias gagal total akibat kebingungan hendak menulis apa lagi.

Menjadi seorang penulis sangat penting untuk memperbanyak perbendaharaan kata. Para penyair biasanya sering memainkan kata-kata dalam karyanya dengan tujuan agar pembaca tidak bosan dengan kata-kata yang bisa dibilang mainstream.

Berikut ini ada tips sederhana yang mudah dan asyik untuk memperluas perbendaharaan kata.
Pertama, ambil tiga atau empat kata dasar yang akan dikembangkan. Contoh:
Jalan, berjalan, menjalani, menjalankan
Suka, disukai, menyukai
Makan, dimakan, memakan
Rusak, dirusak, merusak

Kedua, setelah mengembangkan beberapa kata dasar seperti di atas, bisa dilihat kalau sebelumnya kita hanya memiliki empat kata, sekarang menjadi tiga belas kata. Dari kata-kata tersebut, sekarang bisa dimasukkan ke dalam tulisan. Perhatikan bait puisi di bawah ini.

Mereka Masa Depan

Dia berjalan
Alam berlalu dengan semestinya
Di bawah bulan yang disukai
Dan malam menepis angin
Jantungnya dimakan dingin

Esoknya dia berkelana
Menuju padang savana
Tuhan + para malaikat ikut menyaksikan
Menjemput sisa harapan yang dirusak ketidaksetiaan
Dan peluang yang dimakan bersamaan

Cikarang, 5 Mei 2017

Dari tiga belas kata, kini menjadi dua bait puisi. Semoga tips ini bisa membantu kawan-kawan penulis untuk mendapatkan kembali idenya.
Semangat menulis!